Aku Manusia
Ada masalalu
Ada Hitam
hadirkan agitasi
Memanah dari rimba jiwa
Sayap terkoyak patah
Lunglai merangkaki bumi
Langkah demi langkah tak jua ciptakan warna
Hanya gumpalan tangan memukul tanah
Wajah pucat merunduk dalam dekap lutut
seperti penakut yang menghindari matahari
seperti buronan yang merencanakan arah persembunyian berikutnya
Mencekam ...
Lalu dengan raut yang begitu kusut
mempertaruhkan segala rasa malu
Langkah diarahkan menuju sebuah pintu yang pernah dialamatkan
dengan sesobek Peta yang tersisa
Dan Ternyata...
masih tersisih senyum
Kini sayapku merindukan Angin nan terbangkan mimpi menembus Fiksi
Meninggalkan Negeri dongeng
Mengarahkan Bahasa,Puisi atau Syair Lebih ke timur
Ke atas Menuju Bulan
Kebarat, Berharap "panggilan" itu ada
sedangpun aku sekarang disini
Kini...Hembuskan saja anginmu
Terbangkan Sayapku
Yakinkan Aku mesti Samar
Bahwa senyummu bukan sekedar Ilusi...
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)