The Rain's Lover

Lullaby

Saat itu, aku datang dari musim luruh yg panjang diantara dua musim panas yg absurd
saat tak jua kudapati hangat dari ketiak sang waktu
Lalu ku hampiri Nurmu
Mencoba mencuri teduhmu

Tapi Kau Sang Pujangga
Sedang Aku Si Naif
Pernah harus mati berkali kali di ujung jemarimu
tanpa pernah ku tau apakah aku pernah hidup dihatimu

Tapi seiring do'a-do'a kecil yg tak pernah lelah menyambangi langit
Kau beri isyarat
Nyalakan lampu dihatiku

Adakah kita sepasang kekasih sejati yg tertunda kemarin
Yang ingin merebut kembali tempat dan waktu kita di hari esok ??
Kita tak menjawab
Hanya saja Do'a demi do'a tak henti
Bersama membujuk taqdir dalam sunyi
 
Comments
0 Comments

0 komentar :

Posting Komentar

Semoga Anda tidak gila seperti Admin,, Hahahha