The Rain's Lover

PERIKARDITIS



Sebelum aku memulai coretan ini, aku sempatkan diri dulu melihat senyum manismu pada sebuah foto yang terakhir kali kau kirim, seolah dia berbicara pada kegaguanku, pada sepi ini.
Lalu aku memutar lagu The Moffats di atas, hanya untuk membuat kefikisan ini terasa lebih nyata, menafikan segala kenyataan yang ada. 

Teringat...
Lagu ini kau putar saat aku menelponmu dari kejauhan ini, membawaku pada suatu waktu ketika dulu, saat saat kau memberikanku selembar puisi "Hilangnya sebuah harapan/The Missing Hope" untuk diterjemahkan kedalam bahasa inggris.


Malam itu, lunak lunak suaramu menyatu bersama udara, lalu luruh menjadi bait bait puisi, seperti gugur gugur daun daun sakura dengan sedikit salju, terlintas ingin dihatiku agar fasih bermain gitar, lalu menyanyikan lagu ini bersama sama nanti, Ohhhh,, sepertinya Jauh panggang dari api.


Kini waktu melaju dengan cepatnya, dari malam malam yang berbintang, berbulan, hingga pada pada pagi pagi yang bermentari, bergerimis, anganku selalu tertuju dan ingin melekat begitu lekatnya dengan jiwamu, bahkan ketika aku pernah mencoba meniti cinta yang lain, Kaupun tau itu.


"Sepertinya tak cukup hanya sekedar mencatatmu, seperti Awan dan Hujan, Sebuah angan kini sedang menyambangi kotamu" tidakkah kau rasa?








 
Comments
0 Comments

0 komentar :

Posting Komentar

Semoga Anda tidak gila seperti Admin,, Hahahha